Non-Spesifik

    Author Gratiagusti Chananya Rompas
    No GM 617202021
    ISBN 978-602-03-5146-9
    Price Rp 62.000
    Size 13.5x20 cm
    Total Pages 92 pages
    Date Published 22 May, 2017
    Category Fiction: Poetry

Sinopsis

Saya tergoda dan “terluka” oleh judul buku puisi ini. Judul yang non-puitik ini sepadan dengan perangai sajak-sajak Anya yang merongrong ketenangan dan ketenteraman jiwa. Kumpulan puisi ini telah memperkaya dunia puisi kita dengan sajak-sajak yang menebarkan suasana depresif; sajak-sajak yang melukiskan pergulatan seseorang untuk menelisik dan mendiagnosis kondisi kejiwaannya sendiri.
—Joko Pinurbo, penyair

Kegilaan, kewarasan, rasa sakit, luka, kebahagiaan, sesungguhnya rasa apakah itu? Yang harus dicecap manusia perempuan? Bisakah perempuan memilih rasa yang dia inginkan? Membaca puisi-puisi ini, saya merasa diseret, disileti dengan beragam persoalan personal penulisnya. Memahami segala rasa yang harus dicecap ibu, perempuan, kekasih, dan istri yang dialami pengarang ini membuat kita memahami bagaimana hidup sangat kompleks. Layak untuk dibaca, di tengah hiruk pikuk jagat sastra Indonesia mencari “identitasnya”. Buku ini menjawab beragam persoalan tentang esensi menjadi perempuan yang diselimuti bipolar, untuk tetap ada di jagat ini. Memilukan tapi tidak cengeng. Membacanya kita seperti mengais wajah kita sendiri.
—Oka Rusmini, penyair

Dalam puisi-puisi Anya, demikian penyair ini sering saya panggil, kita melihat aku tak hanya menjelma ruang-ruang yang personal, tapi juga menjelma dia yang berkunjung ke sana untuk mengobrak-abrik ruang pribadi. Anarkismenya bahkan muncul di permukaan, dari komposisi hingga tanda baca.
—Eka Kurniawan, penulis

Saya tergoda dan “terluka” oleh judul buku puisi ini. Judul yang non-puitik ini sepadan dengan perangai sajak-sajak Anya yang merongrong ketenangan dan ketenteraman jiwa.
—Joko Pinurbo, penyair

Memilukan tapi tidak cengeng. Membacanya kita seperti mengais wajah kita sendiri.
—Oka Rusmini, penyair

… keberanian yang mereka tawarkan menghuni pikiran saya untuk waktu yang lama.
—Maesy Ang, POST Bookshop

Fragmen-fragmen diri yang tercecer indah di Kota Ini Kembang Api menolak manis dan meledak di Non-Spesifik.
—Cyntha Hariadi, penulis

Salah satu buku puisi terbaik yang pernah saya baca.
—Norman Erikson Pasaribu, cerpenis dan penyair

Related Books