Lingkar Tanah Lingkar Air

Author: Ahmad Tohari

Summary

Pergolakan perang mempertahankan kemerdekaan RI antara tahun 1946—1950 menyeret banyak pemuda kampung ke dalam kancah perjuangan bersenjata. Di antara mereka adalah Amid dan kawan-kawan yang berjuang di bawah panji Hizbullah. Amid dan kawan-kawan bertempur dan membela kemerdekaan RI sebagai kewajiban iman mereka. Amid pribadi bertekad setelah situasi damai akan bergabung menjadi anggota tentara resmi negara.

Tetapi sejarah membawa Amid masuk menjadi anggota laskar DI/TII yang menentang Pemerintah RI. Amid yang sesungguhnya seorang yang sangat cinta Tanah Air sering bimbang karena pasukannya sering memerangi warga seagama, bahkan suatu kali Amid menembak mati seorang tentara yang di sakunya tersimpan kitab suci dan tasbih. Dia tidak sedih ketika Khalifah DI/TII Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo tertangkap dan menyerukan seluruh laskarnya menyerahkan diri.

Tiga tahun kemudian Amid dan kawan-kawan malahan diminta oleh tentara untuk membantu menumpas pasukan komunis yang bertahan di hutan jati. Mereka kembali mengangkat senjata, kali ini atas nama Tentara RI, sesuatu yang pernah amat didambakan Amid; bertempur dengan semangat jihad untuk Republik.

No. GM : 0
ISBN : 978-602-03-1860-8
Price : Rp 45.000
Total Pages : -
Size : 13.5 x 20
Date Published : 30 Juli 2015
Book Format : Softcover
Category : Culture

    No reviews

Ahmad Tohari

Ahmad Tohari

Ahmad Tohari dilahirkan di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, pada tanggal 13 Juni 1948. pendidikan formalnya hanya sampai SMTA di SMAN II, Purwokerto. Namun demikian, beberapa fakultas seperti fakultas ekonomi, sospol, dan kedokteran pernah dijelajahinya. Semuanya tak ada yang ditekuninya.

Selain trilogi: Ronggeng Dukuh Paruk−Lintang Kemukus Dini Hari−Jantera Bianglala, Gramedia Pustaka Utama juga menerbitkan kumpulan cerpennya, yang berjudul Senyum Karyamin. Triloginya tersebut sudah terbit dalam edisi bahasa Jepang. Edisi bahasa Jerman dan Belanda sedang disiapkan penerbitannya.

Ahmad Tohari tidak pernah melepaskan diri dari pengalaman hidup kedesaannya. Maka warna hampir semua karyanya adalah lapisan bawah dengan latar alam. Dia memiliki kesadaran dan wawasan alam yang begitu jelas terlihat pada tulisan-tulisannya.

Dia pernah bekerja di BNI 1946 sebagai tenaga honorer yang mengurusi majalah perbankan (1966-1967), majalah Keluarga (1978-1981), dan menjabat sebagai dewan redaksi majalah Amanah (Agustus 1986-Maret 1993). Pada tahun 1990 Ahmad Tohari mengikuti International Writing Program di Amerika selama tiga bulan.

Books by Ahmad Tohari

  • Senyum Karyamin
    Literary

    Senyum Karyamin

     
  • Kubah
    Literary

    Kubah

     
  • More +

Nobody commented

Related Books

Tak ada gabungan yang lebih menarik dari puisi dan fiksi.
Temukan buku lainnya yang tak kalah menarik.