Living Sacrifice - Gramedia Pustaka Utama

Living Sacrifice

Summary

Perjalanan hidup saya mungkin tidak penting. Tapi saya selalu menganggap penting bagaimana cara saya menyikapi hidup dari waktu ke waktu. Sebab dari situlah pendewasaan diri saya terbentuk. Ya, seperti juga diri setiap orang, saya pun mengalami banyak drama. Hari ini saya melihat semua itu sebagai sekolah kehidupan….

What Tahir did is a great dedication. The world is entering a golden age of philanthropy. I think it’s human nature to want to help people who are suffering—when you can see the suffering. Technology is making it easier to see people who are struggling, whether they live in your own community or halfway around the world. That’s one reason why generosity is growing. Whether it is through volunteering time or giving money, people recognize their role as global citizens and see that they have many ways of helping others. —Bill Gates

Tahir bisa melihat sisi yang jarang disadari orang ini. Dia mampu membaca persoalan personal para prajurit. Bahwa mereka juga manusia, yang memiliki kegelisahan akan kehidupan keluarga. Jiwa humanisnya pun masuk ke dalam persoalan ini. —Jend. Purn. Moeldoko (Mantan Panglima TNI)

Para konglomerat memiliki peranan penting untuk ikut menciptakan situasi produktivitas bangsa yang sehat, indah, dinamis dan berenergi positif. Harus ada motivasi kuat untuk memberi dedikasi pada Indonesia. Bukan hanya memikirkan keuntungan bagi konglomerasinya sendiri. Bahkan, melihat kesempatan besar yang diterima para konglomerat dan dukungan langsung dari masyarakat, sudah seharusnya para konglomerat berada di garda depan sebagai salah satu penanggungjawab dunia ekonomi Indonesia. Menjaga kestabilan ekonomi bukan hanya tugas pemerintah. Tapi kita semua. —B.J. Habibie (Presiden Republik Indonesia 1998–1999)
No. GM : 0
ISBN : 978-602-03-2136-3
Price : Rp 178.000
Total Pages : -
Size : 15 x 23
Date Published : 08 Oktober 2015
Book Format : Softcover
Category : Biography

    No reviews

Alberthiene Endah

Alberthiene Endah

Menulis biografi , skenario, dan fiksi telah menjadi napas Alberthiene Endah. Penulis kelahiran Bandung, 16 September ini, memulai karier menulis di majalah Hidup pada tahun 1993. Kemudian tahun 1994 hingga 2004 menjadi redaktur di majalah Femina. Sejak tahun 2004 hingga tahun 2009, Penulis menjadi pemimpin redaksi majalah Prodo. Dunia jurnalistik mempertemukannya pada banyak tokoh dan ia menyadari begitu banyak inspirasi yang bisa disebarkan pada masyarakat melalui sosok yang luar biasa.

Sejumlah biografi telah ia tulis, di antaranya Ani Bambang Yudhoyono: Kepak Sayap Putri Prajurit, Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar yang sukses meraih best seller nomor 1 nasional tahun 2011-2012, Ken & Kaskus: Cerita Sukses di Usia Muda, Titiek Puspa Never Ending Diva, Seribu Satu KD.

Karyanya di luar pekerjaan jurnalistik dan biografi meliputi penulisan fiksi dan skenario. Sarjana Sastra Belanda lulusan Universitas Indonesia ini telah menghasilkan sejumlah novel best seller, Jodoh Monica, Dicintai Jo, Cewek Matre, Selebriti, Nyonya Jetset, I Love My Boss, serial remaja Rockin Girls, Cerita Sahabat dan Cerita Sahabat 2 Asmara Dini Hari.

Salah satu novelnya yang berjudul Jangan Beri Aku Narkoba mendapat penghargaan khusus dari Badan Narkotika Nasional dan meraih gelar juara pertama Adikarya Award 2005 dari IKAPI. Novel ini juga telah difi lmkan dengan judul Detik Terakhir dan mendapat award dalam Bali Film Festival 2005. Ia juga menulis naskah drama musikal kolosal Mahadaya Cinta tahun 2005 yang digelar Guruh Soekarno Putra. Tahun 2006, naskah FTV Supermodel yang dibuatnya menjadi nominasi Piala Vidya. Penulis juga aktif menghasilkan skenario ratusan episode sinetron untuk televisi Indonesia dan Malaysia. Tahun 2009, Penulis mendapatkan anugerah wanita inspiratif She Can Award. Ia menerima langsung “Selalu Ada Pilihan” Bapak SBY saat launching buku.

Saat ini Penulis aktif dengan sejumlah proyek penulisan biografi, menjalankan bisnis kecil, menjadi pembicara di seminar-seminar mengenai penulisan, menjadi dosen tamu di beberapa universitas, sesekali aktif dalam pekerjaan film, dan menyerahkan seluruh hatinya pada suami, Dio Hilaul dan delapan anjing lucunya (Loco, Bruno, Shiloh, Elmo, Karin, Mochito, Rainbow, dan Max).

Penulis dapat dihubungi via:

E-mail: alberthienebaru@yahoo.com


Twitter: @AlberthieneE


 

Books by Alberthiene Endah

  • Bayu Satya: To Save the Sea (Edisi Inggris)
    Biography

    Bayu Satya: To Save the Sea (Edisi Inggris)

     
  • To Save the Sea
    Social Sciences

    To Save the Sea

     
  • More +

Nobody commented

Related Books

Tak ada gabungan yang lebih menarik dari puisi dan fiksi.
Temukan buku lainnya yang tak kalah menarik.