Nasib Rakyat Indonesia dalam Era Kemerdekaan

Summary

"KEMERDEKAAN INDONESIA TERNYATA TIDAK MEMBAWA KEMAKMURAN DAN KESEJAHTERAAN YANG ADIL. KEKAYAAN YANG SANGAT LUAR BIASA BESARNYA HANYA DINIKMATI OLEH SEKELOMPOK KECIL ORANG!" Dalam era kemerdekaan, bagian terbesar dari keseluruhan kekayaan alam bangsa Indonesia dieksploitasi habis-habisan oleh korporasi asing dengan beberapa gelintir bangsa Indonesia yang bersedia dijadikan kompradornya. Dulu, yang ?merampok? kekayaan bangsa kita adalah perusahaan dagang VOC yang kemudian dilanjutkan serta diperkuat oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai penjajah. Saat ini, dalam era kemerdekaan, beberapa elite bangsa Indonesia yang dilindungi oleh pemerintahnya sendiri (yang menggantikan posisi VOC dan pemerintah Hindia Belanda), menghabisi kekayaan alam bangsa kita dengan perbandingan yang kurang lebih sama, yaitu bagian terbesar untuk asing dan bagian terkecil untuk bangsa Indonesia. Korporasi asingnya bukan lagi perusahaan-perusahaan Belanda, melainkan perusahaan multinasional dan transnasional yang lebih dahsyat skala dan volume ?perampokannya?. Bukan hanya soal korporasi asing saja, buku ini juga mengulas di antaranya: ? Tonggak-tonggak keberhasilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ? Proses penjajahan dalam perundang-undangan dan kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh elite bangsa Indonesia sendiri ? Sistem ekonomi dan penerapannya di Indonesia ? Kasus liberalisasi yang melanggar konstitusi ? Pola kebijakan Indonesia yang menjurus pada liberalisme yang jauh ? Penghancuran melalui sistem keuangan ? Demokrasi yang kebablasan menjadi anarki dan kekalutan ? Solusi permasalahan bangsa ? Gerakan Nasional Kemerdekaan Kedua Pastinya, buku ini tidak layak dibaca oleh mereka yang mudah pesimis. Setiap bangsa pasti pernah mengalami pasang surut kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, ?zaman keemasan? tidak datang dengan sendirinya dan tidak tanpa biaya. Buku ini ingin merangsang generasi penerus untuk menerima pasang surut itu sebagai tantangan untuk bangkit kembali, untuk berjuang mewujudkan ?Gerakan Kemerdekaan Kedua?.
No. GM : 0
ISBN : 978-602-03-2420-3
Price : Rp 85.000
Total Pages : -
Size : 15 X 23
Date Published : 01 Januari 2016
Book Format : Softcover
Category : Politics

    No reviews

Kwik Kian Gie

Kwik Kian Gie

Pengamat ekonomi kelahiran Juwana, Jawa Tengah, 11 Januari 1935, menjalani pendidikannya di SMA Bagian G (1955); Fakultas Ekonomi UI, Jakarta (1956 tingkat persiapan); dan Nederlandsche Economische Hogeschool, Rotterdam, Negeri Belanda (1963). Ia mengawali kariernya sebagai Staf lokal KBRI di Den Haag (1963-1964). Ia juga aktif di bidang organisasi dan pendidikan, antara lain sebagai Bendahara Yayasan Trisakti; Bendahara Yayasan Pengembangan Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia Pusat(Yapptis-pusat); Sekretaris Badan Kerja Harian Yayasan Prasetya Mulya; Ketua Bidang Ekonomi Badan Komunikasi Penghayatan Kesatuan Bangsa Pusat (Bakom PKB Pusat); Kolumnis masalah ekonomi dan manajemen.

Books by Kwik Kian Gie

  • Aku Bermimpi Menjadi Peng-Peng di Republik Banana
    Social Sciences

    Aku Bermimpi Menjadi Peng-Peng di Republik Banana

     
  • Menelusuri Zaman, Memoar dan Catatan Kritis
    Biography

    Menelusuri Zaman, Memoar dan Catatan Kritis

     
  • More +

Nobody commented

Related Books

Tak ada gabungan yang lebih menarik dari puisi dan fiksi.
Temukan buku lainnya yang tak kalah menarik.