Maryam

Summary

Pemenang Khatulistiwa Literary Award 2012 Prosa
 
Tentang mereka yang terusir karena iman di negeri yang penuh keindahan.
 
Lombok, Januari 2011
 
Kami hanya ingin pulang. Ke rumah kami sendiri. Rumah yang kami beli dengan uang kami sendiri. Rumah yang berhasil kami miliki lagi dengan susah payah, setelah dulu pernah diusir dari kampung-kampung kami. Rumah itu masih ada di sana. Sebagian ada yang hancur. Bekas terbakar di mana-mana. Genteng dan tembok yang tak lagi utuh. Tapi tidak apa-apa. Kami mau menerimanya apa adanya. Kami akan memperbaiki sendiri, dengan uang dan tenaga kami sendiri. Kami hanya ingin bisa pulang dan segera tinggal di rumah kami sendiri. Hidup aman. Tak ada lagi yang menyerang. Biarlah yang dulu kami lupakan. Tak ada dendam pada orang-orang yang pernah mengusir dan menyakiti kami. Yang penting bagi kami, hari-hari ke depan kami bisa hidup aman dan tenteram.
 
Kami mohon keadilan. Sampai kapan lagi kami harus menunggu?
 
–Maryam Hayati–

Tags

No. GM : 621173004
ISBN : 978-602-06-5215-3
Price : Rp 80.000
Total Pages : 280 Pages
Size : 13,5x20cm
Date Published : 05 Mei 2021
Book Format : Soft Cover
Category : Literary

    No reviews

Okky Madasari

Okky Madasari

Okky Madasari meraih Khatulistiwa Literary Award 2012 untuk novelnya Maryam (2012) yang berkisah tentang orang-orang yang terusir karena keyakinan yang berbeda dan bertahun-tahun harus hidup di pengungsian. Novel-novelnya yang lain: Entrok (2010) yang berlatar belakang dominasi militer masa Orde Baru dan 86 (2011) tentang fenomena korupsi di Indonesia saat ini. Karya-karya Okky terhubung dalam satu benang merah: perlawanan atas ketidakadilan dan perjuangan untuk kebebasan dan kemanusiaan.

Books by Okky Madasari

  • Kerumunan Terakhir
    Literary

    Kerumunan Terakhir

     
  • Yang Bertahan dan Binasa Perlahan
    Literary

    Yang Bertahan dan Binasa Perlahan

     
  • More +

Nobody commented

Related Books

Tak ada gabungan yang lebih menarik dari puisi dan fiksi.
Temukan buku lainnya yang tak kalah menarik.