Perkumpulan Wastra Indonesia Menularkan Kegemaran Berkain Lewat

Show all media center
Press Release 01 November 2019
Perkumpulan Wastra Indonesia Menularkan Kegemaran Berkain Lewat

Depok, 26 Oktober 2019— Penerbit Gramedia Pustaka Utama resmi meluncurkan buku Pesona Padu Padan Wastra Indonesia pada hari ini, Sabtu (26/10), bertempat di Ruang Apung Perpustakaan UI, Depok, sebagai rangkaian acara Knowledge-Based Industry: Wastra Nusantara yang diselenggarakan Perpustakaan UI. Buku pertama karya Perkumpulan Wastra Indonesia ini terbit agar masyarakat lebih peduli terhadap kelestarian wastra khas Indonesia dengan lebih sering mengenakannya, sekaligus untuk memberi inspirasi bagaimana mengapresiasi kain, memadupadankan, dan memakainya dengan rasa cinta.

 

“Ini adalah hasil kerja yang dibuat atas dasar cinta dari anggota Perkumpulan Wastra Indonesia demi menampilkan tradisi yang begitu kaya. Perkumpulan kami ingin menjangkau sebanyak mungkin orang Indonesia, dan berbagi tentang hasrat kami akan keindahan warisan kain-kain Indonesia. Yang paling penting kami ingin generasi penerus bangsa Indonesia agar melanjutkan semangat ini,” tulis Lewa Pardomuan, pendiri perkumpulan Wastra Indonesia, pada Kata Pengantar buku.

 

“Kami ingin mereka mengerti bahwa ada lebih banyak kain-kain di Indonesia selain batik. Indonesia diberkati dengan keahlian menggunakan teknik yang sama rumitnya seperti songket, buna, sotis dan pahikung yang digunakan di luar Jawa. Sebagai pendiri Perkumpulan Wastra Indonesia, saya ingin melihat generasi muda turut merasa bangga sebagai orang Indonesia dan merengkuh warisan kain-kain yang luar biasa milik bangsa ini,” tambahnya.

 

Materi buku Pesona Padu Padan Wastra Indonesia tidak hanya sebatas dokumentasi ragam kain, asal daerah, dan pakem penggunaannya saja. Lebih dari itu, buku ini juga dilengkapi berbagai ilmu praktis tentang kain yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti teknik perawatan, penggunaan kain yang fleksibel untuk berbagai acara, hingga panduan memakai kain untuk anak-anak. Penggunaan dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, bertujuan agar buku ini dapat juga diapresiasi oleh para penggemar kain dari seluruh dunia.

 

“Jika tidak mulai didokumentasikan, dalam beberapa dekade lagi mungkin kita akan kehilangan beberapa jenis wastra khas Nusantara. Salah satunya yang kami ulas di buku ini adalah tenun Geringsing dari Bali, yang saat ini pun sudah sulit ditemukan karena minimnya perajin muda yang tertarik untuk menekuni pembuatannya. Hadirnya buku ini, selain untuk menarik perhatian masyarakat agar memakai kain, juga sebagai penyampai ilmu antargenerasi,” tutur Nana Lystiani, editor senior bidang Boga, Busana, dan Kecantikan Gramedia Pustaka Utama.

 

Buku Pesona Padu Padan Wastra Indonesia dijadwalkan tersedia di berbagai toko buku dan toko buku online mulai 11 November mendatang. Spesial pada peluncuran buku hari ini, diadakan berbagai lomba seru untuk menarik minat memakai kain, seperti lomba mewiru kain jarit, lomba menggulung stagen, hingga lomba unggah foto saat berkain. (Wisnu/GPU)